Dari aku, yang ingin berlayar jauhhhh sekali. Kugy izin mengutip kalimatmu yaa....
Dear Neptunus,
Aku mencintainya.
Didepannya aku menjadi diriku sendiri.
Seperti airmu,
yang selalu membawa semua pesanku.
Dia pun begitu,
membuatku hanyut oleh sorot matanya.
Membuatku lupa,
oleh kesederhanaan suaranya.
Sampai aku tak bisa katakan
apa-apa padanya.
Bahkan untuk sekedar bilang…
rindu, atau butuh.
Banyak yang tidak mengerti, lalu terluka dan saling menyalahkan.
Karena itu,
aku takut bicara tentang hati.
Maka aku tuliskan saja lalu
kusimpan dan mungkin
kukirimkan ke…
entah kemana
Didepannya aku menjadi diriku sendiri.
Seperti airmu,
yang selalu membawa semua pesanku.
Dia pun begitu,
membuatku hanyut oleh sorot matanya.
Membuatku lupa,
oleh kesederhanaan suaranya.
Sampai aku tak bisa katakan
apa-apa padanya.
Bahkan untuk sekedar bilang…
rindu, atau butuh.
Banyak yang tidak mengerti, lalu terluka dan saling menyalahkan.
Karena itu,
aku takut bicara tentang hati.
Maka aku tuliskan saja lalu
kusimpan dan mungkin
kukirimkan ke…
entah kemana
Hari ini aku bermimpi.
Aku bermimpi menuliskan buku dongeng pertamaku.
Sejak kamu membuatkanku ilustrasi-ilustrasi ini, aku merasa mimpiku semakin dekat.
Belum pernah sedekat ini.
Hari ini aku juga bermimpi.
Aku bermimpi bisa selamanya menulis dongeng.
Aku bermimpi bisa berbagi dunia itu bersama kamu dan ilustrasimu.
Bersama kamu, aku tidak takut lagi menjadi pemimpi.
Bersama kamu, aku ingin memberi judul bagi buku ini.
Karena hanya bersama kamu, segalanya terasa dekat, segala sesuatunya ada, segala sesuatunya benar. Dan Bumi hanyalah sebutir debu di bawah telapak kaki kita.
Selamat Ulang Tahun. (hal 311 di Novel Perahu Kertas)
Aku bermimpi menuliskan buku dongeng pertamaku.
Sejak kamu membuatkanku ilustrasi-ilustrasi ini, aku merasa mimpiku semakin dekat.
Belum pernah sedekat ini.
Hari ini aku juga bermimpi.
Aku bermimpi bisa selamanya menulis dongeng.
Aku bermimpi bisa berbagi dunia itu bersama kamu dan ilustrasimu.
Bersama kamu, aku tidak takut lagi menjadi pemimpi.
Bersama kamu, aku ingin memberi judul bagi buku ini.
Karena hanya bersama kamu, segalanya terasa dekat, segala sesuatunya ada, segala sesuatunya benar. Dan Bumi hanyalah sebutir debu di bawah telapak kaki kita.
Selamat Ulang Tahun. (hal 311 di Novel Perahu Kertas)
"Untuk Neptunus, Untuk dia. Neptunus, semua nelayan yang sedang mencari arah akan diberi petunjuk oleh bintang di langit. Semoga dia menemukan bintangnya dan kembali menemukan jalannya pulang. Aku pasrah Nus, seperti semua perahu kertas yang selama ini aku layari, dia tidak akan pernah tau akan mengalir kemana."
"Bersama kamu, aku tidak takut lagi menjadi pemimpi. Karena hanya bersama kamu, segalanya terasa dekat. Segala sesuatunya ada. Segala sesuatunya benar. Dan bumi hanyalah sebutir debu di bawah telapak kaki kita."
Ditulis oleh Kugy dari Perahu Kertas by Dee,
dan menyentuh hati hingga detik ini.